Sistem Tata Surya, Astronomi dan Revolusi Ilmiah Status Pluto - Qna Sains

Sistem Tata Surya, Astronomi dan Revolusi Ilmiah Status Pluto

sistem tata surya

Sistem Tata Surya

Sistem Tata Surya merupakan sebuah sebuah sistem yang terdiri dari Matahari, delapan planet, planet-kerdil, komet, asteroid dan benda-benda angkasa kecil lainnya. Matahari merupakan pusat dari Tata Surya di mana anggota Tata Surya yang lain beredar mengelilingi Matahari. Benda-benda langit tersebut beredar mengelilingi Matahari secara konsentris pada lintasannya masing-masing.

IAU secara umum mengelompokkan benda angkasa yang mengeliligi Matahari menjadi tiga yaitu: (1) Planet; (2) Planet-Kerdil; (3) Benda-benda Tata Surya Kecil (Small Solar System Bodies) yaitu seluruh benda angkasa lain yang mengelilingi Matahari selain planet atau planetkerdil. Benda-benda Tata Surya Kecil tersebut di antaranya adalah komet, asteroid, objek-objek trans-neptunian, serta benda-benda kecil lainnya. Tata Surya dipercaya terbentuk semenjak 4,6 milyar tahun yang lalu dan merupakan hasil penggumpalan gas dan debu di angkasa yang membentuk Matahari dan kemudian planet-planet yang mengelilinginya. Tata Surya terletak di tepi galaksi Bima Sakti dengan jarak sekitar 2,6 x 1017 km dari pusat galaksi, atau sekitar 25.000 hingga 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Tata Surya mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti dengan kecepatan 220 km/detik, dan dibutuhkan waktu sekitar 226 juta tahun untuk untuk sekali mengelilingi pusat galaksi. Dengan umur tata Surya yang sekitar 4,6 milyar tahun, berarti tata surya kita telah mengelilingi pusat galaksi sebanyak 18 kali dari semenjak terbentuk.

Posisi dan keadaan Tata Surya ditentukan oleh pengaruh gaya gravitasi Matahari dan sistem yang setara tata surya, yang mempunyai garis pusat setahun kecepatan cahaya, ditandai adanya taburan komet yang disebut awan Oort. Selain itu juga terdapat awan Oort berbentuk piring di bagian dalam tata surya yang dikenali sebagai awan Oort dalam. Disebabkan oleh orbit planet yang membujur, jarak dan kedudukan planet berbanding kedudukan Matahari berubah mengikut kedudukan planet di orbit.

Seluruh benda langit tersebut beserta dengan Matahari berada dalam suatu sistem yang dinamakan Sistem Tata Surya.  Matahari sendiri berada dalam suatu galaksi yang dinamakan Galaksi Bimasakti.  Sebuah galaksi tersusun atas gugusgugus bintang. Gabungan gugus-gugus bintang itulah yang membentuk suatu galaksi. Bintang-bintang yang berada dalam suatu galaksi jumlahnya mencapai ratusan milyar.  Terdapat sekitar 100 milyar lebih bintang yang menghuni Galaksi Bimasakti.  

Di Alam semesta atau jagat raya terdapat banyak galaksi. Letak suatu galaksi dengan galaksi yang lain sangat berjauhan. Biasanya untuk menuliskan jarak dalam alam semesta, misalnya jarak antar galaksi dinyatakan dalam tahun cahaya.

Anggota Tata Surya

Jenis benda langit yang termasuk ke dalam anggota Sistem Tata Surya adalah sebagai berikut.

1. Matahari

Matahari merupakan sebuah bintang yang jaraknya paling dekat ke Bumi. Jarak rata-rata Bumi ke Matahari adalah 150 juta Km atau 1 Satuan Astronomi. Matahari berbentuk bola gas pijar yang tersusu atas gas Hidrohen dan gas Helium.

Matahari mempunyai diameter 1,4 × 106  Km, suhu permukaannya mencapai 6000 °K. Matahari merupakan sumber energi utama bagi planet Bumi yang menyebabkan berbagai proses fisis dan biologi dapat berlangsung. 

Energi yang dipancarkan oleh Matahari dibentuk di bagian dalam matahari melalaui reaksi inti. Energi dipancarkan oleh Matahari ke Bumi dalam bentuk radiasi gelombang elektromagnetik. 

2. Planet

Berdasarkan kriteria IAU, planet adalah benda langit yang: mengorbit Matahari ii. bentuk fisiknyanya cenderung bulat iii.  orbitnya bersih dari keberadaan benda angkasa lain. Planet-planet yang berada dalam sistem Tata Surya adalah : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan  Neptunus.

Sejak tahun 2006, Pluto tidak dikategorikan lagi sebagai planet karena kriteria ke-3 dari tiga kriteria di atas tidak dipenuhi oleh Pluto.  Pluto memiliki orbit yang memotong orbit Neptunus sehingga dianggap orbit Pluto belum bersih dari benda angkasa lain.  Ukuran Pluto tidak lebih besar dari Bulan dan jika dilihat dengan teleskop maka akan tampak benda angkasa lain yang ukurannya hampir sama dengan Pluto yaitu yang diberi nama Charon.

3. Planet-Kerdil

Planet-kerdil (Dwarf Planet) merupakan kategori baru dalam keanggotaan Tata Surya berdasarkan resolusi IAU tahun 2006. Sebuah benda angkasa dikatakan planet kerdil jika: mengorbit Matahari, bentuk fisiknya cenderung bulat, orbitnya belum bersih dari keberadaan benda angkasa lain, bukan merupakan satelit.

Contoh dari planet kerdil ini adalah Pluto seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.  Contoh lain dari planet kerdil ini adalah Ceres yang orbitnya berada di lingkungan asteroid.  Ceres tadinya dikategorikan sebagai salah satu asteroid terbesar yang berada di sabuk asteroid.  Sejak tahun 2006, Ceres dikategorikan sebagai planet kerdil karena memenuhi kriteria di atas.   

4. Satelit

Satelit adalah benda langit pengiring planet. Satelit senantiasa mengiringi dan  berputar terhadap planet pusatnya.

Berdasarkan cara terbentuknya satelit dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :

  1. Satelit Alam, adalah satelit yang terbentuk karena adanya peristiwa alam bersamaan dengan terbentuknya planet. Contoh: Bulan, sebagai satelit alam Bumi; Titan, sebagai satelit alam Saturnus.
  1. Satelit Buatan, adalah satelit yang dibuat oleh manusia yang digunakan untuk tujuan tertentu. Contoh: Satelit cuaca, satelit komunikasi, satelit mata-mata, dan sebagainya.

Pada umumnya planet-planet dalam sistem tata surya mempunyai beberapa satelit yang senantiasa mengiringinya. Hanya planet Merkurius dan planet Venus yang tidak memiliki satelit. Jumlah masing-masing satelit untuk setiap planet ditunjukkan pada tabel di bawah ini.   

Tabel 1. Jumlah satelit alam dalam planet.

No. Nama Planet Jumlah satelit alam

1.

Merkurius 0

2.

Venus

0

3.

Bumi

1

4.

Mars

2

5.

Jupiter

17

6.

Saturnus

18

7.

Uranus

15

8. Neptunus

8

 5. Asteroid

Asteroid dinamakan juga planet minor atau planetoid. Asteroid mengisi ruangan yang berada  diantara Mars dan Yupiter. Di dalam sistem Tata Surya ditaksir terdapat 100.000 buah planetoid yang ukurannya antara 2–750 Km2. Asteroid-asteroid tersebut senantiasa berputar diantara planet Mars dan planet Jupiter membentuk sabuk asteroid.

6. Komet

Dinamakan juga “Bintang berekor“, adalah benda langit yang garis edarnya/orbitnya sangat lonjong; sehingga jaraknya ke Matahari kadang-kadang jauh sekali tetapi suatu saat dapat dekat sekali. Ekor komet selalu menjauhi Matahari sebab mendapat tekanan dari Matahari. Wujud komet tersusun dari kristal-kristal es yang rapuh sehingga mudah terlepas dari badannya. Bagian yang terlepas inilah yang membentuk semburan cahaya ketika sebuah komet melintas di dekat Matahari.

Karena orbit komit tidak seperti orbit planet maka komet akan terlihat di bumi jika komet tersebut sedang berada dekat dengan Matahari. Oleh karena itu ada komet yang mendekati Bumi setiap 3 atau 4 tahun sekali; tetapi ada juga yang sampai 76 tahun sekali yaitu Komet Halley.

Pengertian astronomi

Pengertian Astronomi adalah cabang ilmu alam yang meneliti benda langit (seperti bintang, planet, komet) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (misalnya radiasi latar belakang kosmik). Salah satu kajian dari astronomi adalah Pluto.Pluto ditemukan pada tahun 1930, oleh seorang astronom yang mengira bahwa ia telah berhasil menemukan planet ke sembilan di tata surya, untuk sebuah planet di tata surya kita, ukurannya memang terbilang kecil. Tetapi para astronom pada saat itu, sangat yakin bahwa Pluto memang planet ke sembilan di tata surya kita.

Kemudian permasalahannya muncul, ketika teleskop yang lebih canggih berhasil dikembangkan pada saat itu. Dari hasil pengamatan, kita mengetahui bahwa Pluto, hanyalah salah satu dari banyak sekali objek langit yang berada di area yang bernama Banyaknya objek langit seperti Pluto di luar sana, membuat para astronom akhirnya membuat syarat untuk sebuah objek langit, bisa disebut sebagai planet dan plutu tidak memenuhi salah satu kriteria untuk dikatakan planet. Tetapi kemudian, untuk mengelompokkan planet-planet seperti Pluto ini, para astronom menciptakan sebutan khusus yang bernama “dwarf planet” atau planet kerdil.

Revolusi Ilmiah Status Pluto

Salah satu dampak utama dari revolusi sains adalah perubahan pandangan dunia (world view) yang menaungi para ilmuwan dalam seluruh aktivitas ilmiah mereka.Hasilnya adalah perubahan paradigma yang menyebabkan para ilmuwan melihat dunia mereka secara berbeda. Paradigma baru ini selanjutnya akan menjadi fase sains normal sampai terjadinya keadaan anomali dan krisis paradigma berikutnya yang akan melahirkan paradigma baru, dan seterusnya. Jadi, menurut Kuhn ilmu berkembang melalui siklus-siklus, sains normal diikuti oleh revolusi, yang diikuti lagi oleh sains normal, dan kemudian diikuti lagi oleh revolusI (Sutarno dkk 2017).

Proses revolusi sains menuju sains normal bukanlah jalan bebas hambatan. Sebagian ilmuwan atau masyarakat sains tertentu ada kalanya tidak mau menerima paradigma baru. Hal ini menimbulkan masalah sendiri yang memerlukan pemilihan dan legitimasi paradigma yang lebih definitif. Para ilmuwan yang tidak mau menerima paradigma baru sebagai landasan risetnya akan tetap bertahan pada paradigma yang telah dibongkar dan sudah tidak mendapat dukungan dari mayoritas masyarakat sains, maka aktivitas-aktivitas risetnya hanya merupakan tautologi yang tidak bermakna (Zubaedi, 2007).

Salah satu revolusi sains yang menghebohkan adalah Pluto tidak dikategorikan lagi sebagai planet.Ada perbedaan pendapat mengenai pengelompokan Pluto sebagai planet.Pluto dikelompokkan sebagai planet kesembilan segera setelah penemuannya dan pengelompokkan ini sudah berjalan selama 75 tahun.Pluto dalam bahasa Yunani berarti Hades, yaitu nama dewa dunia penjahat Yunani. Setelah mendapat banyak usulan pemberian nama planet kesembilan dari sistem tata surya ini, dipilihlah nama Pluto. Pemberian nama “Pluto” mungkin dikarenakan letaknya yang sangat jauh dari matahari dan selalu dalam kegelapan. Ada juga dugaan huruf PL pada nama Pluto merupakan singkatan dari Percival Lowell. Percival Lowell adalah pendiri Observatorium Lowell di Arizona Amerika.Ahli-ahli astronomi di Observatorium Lowell melakukan penelitian untuk mencari planet kesembilan.Setelah melalui serangkaian penelitian yang panjang, akhirnya Clyde W. Tombaugh seorang ahli astronomi yang bekerja di Observatorium Lowell berhasil menemukan planet yang mereka cari pada tanggal 18 Februari 1930. Pengamatan lanjutan dilakukan dan pada tangal 13 Maret 1930 Observatorium Lowell secara resmi mengumumkan penemuan Pluto.

Ahli astronomi membuat hipotesis adanya kelompok besar dari benda beku yang berada dalam Sabuk Kuiper. Sabuk Kuiper terdapat pada pinggiran sistem tata surya kita.Benda dalam Sabuk Kuiper pertama ditemukan pada awal tahun 1990.Para ilmuwan mengakui bahwa Pluto yang ditemukan tahun 1930, sebenarnya hanyalah satu dari beberapa benda dalam Sabuk Kuiper. Dalam hal susunan dan orbitnya, Pluto berbeda dengan delapan planet yang lain, tetapi mempunyai kemiripan dengan benda-benda yang ada di Sabuk Kuiper.Sampai tahun 2003, Pluto masih merupakan benda terbesar dalam Sabuk Kuiper hingga ditemukan 2003 UB313.Timbullah pertanyaan tentang status Pluto sebagai planet seutuhnya.

Perbedaan pendapat mengenai status Pluto sebagai planet terjadi selama beberapa tahun. Sehingga pada tanggal 24 Agustus 2006, IAU (International Astronomical Union) Perserikatan Astronomi Internasional memutuskan pengertian baru tentang planet dan tidak memasukkan Pluto sebagai planet.Berdasarkan kriteria IAU, planet adalah benda langit yang: (1) mengorbit Matahari; (2) bentuk fisiknyanya cenderung bulat; (3) orbitnya bersih dari keberadaan benda angkasa lain. Pluto tidak dikategorikan lagi sebagai planet karena kriteria ke tiga dari tiga kriteria di atas tidak dipenuhi oleh Pluto. Pluto memiliki orbit yang memotong orbit Neptunus sehingga dianggap orbit Pluto belum bersih dari benda angkasa lain. Ukuran Pluto tidak lebih besar dari Bulan dan jika dilihat dengan teleskop maka akan tampak benda angkasa lain yang ukurannya hamper sama dengan Pluto yaitu yang diberi nama Charon.

Menurut pengertian IAU, sistem tata surya kita memiliki delapan planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, saturnus, Uranus, dan Neptunus. Pluto dikelompokkan sebagai planet kecil, dan planet kecil tidak sama dengan planet yang sesungguhnya. Untuk saat ini, kita hanya mengenal tiga kelas untuk benda-benda di Tata Surya, yakni planet, planet kerdil, dan benda-benda kecil lainnya. Planet Tata Surya yang sekarang terdiri dari delapan planet dan tidak memasukkan Pluto. Pluto termasuk planet kerdil, sama dengan 2003 UB313, asteroid Ceres, Quoaoar, dan Sedna. Benda kecil lainnya adalah asteroid kecil, komet, dan meteoroid.

Kesimpulan

  1. Sistem Tata Surya merupakan sebuah sebuah sistem yang terdiri dari Matahari, delapan planet, planet-kerdil, komet, asteroid dan benda-benda angkasa kecil lainnya. Matahari merupakan pusat dari Tata Surya di mana anggota Tata Surya yang lain beredar mengelilingi Matahari.
  2. Planet-planet yang berada dalam sistem Tata Surya adalah : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan
  3. Pengertian Astronomi adalah cabang ilmu alam yang meneliti benda langit (seperti bintang, planet, komet) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (misalnya radiasi latar belakang kosmik).
  4. Salah satu revolusi sains yang menghebohkan adalah Pluto tidak dikategorikan lagi sebagai planet.Ada perbedaan pendapat mengenai pengelompokan Pluto sebagai planet. Pluto dikelompokkan sebagai planet kesembilan segera setelah penemuannya dan pengelompokkan ini sudah berjalan selama 75 tahun.
Views:
12708

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *