Pengertian Biologi, Sejarah, Manfaat dan 59 Cabang Ilmu Biologi

Pengertian Biologi, Sejarah, Manfaat dan 59 Cabang Ilmu Biologi

pengertian biologi

Pengertian Biologi

Pengertian Biologi berasal dari bahasa yunani dari  kata “bios” yang artinya kehidupan dan “logos” yang berarti ilmu. Jadi sederhananya biologi dapat di artikan sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai kehidupan serta proses kehidupan. Nah sudah jelas belum sahabat sains mengenai pengertian biologi secara bahasa, untuk penjelasan lengkapnya simak sampai selesai ulasannya.

Untuk kali ini, Qna Sains akan memberikan materi lengkap tentang apa pengertian biologi, manfaat biologi, sejarah biologi, cabang ilmu biologi bahkan ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan biologi.

Dari penjelasan diatas dapat kita tarik kesimpulan Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kehidupan mencakup aspek-aspek kehidupan tumbuhan, hewan, manusia, mikroorganisme, dan hubungan antar makhluk hidup. Dalam biologi juga diartikan sebagai salah satu ilmu yang menyediakan berbagai pengalaman untuk memahami konsep dan proses sains. Biologi mempelajari struktur fisik dan fungsi alat-alat tubuh manusia serta mempelajari lingkungan sekitar.

Karakteristik Biologi Sebagai Ilmu

Ada tiga karakteristik biologi sebagai ilmu yang harus sahabat sains ketahuai,yaitu:

1) Objek kajian berupa benda konkret dan dapat di tangkap oleh panca indra artinya objek yang kita teliti atau kita amati bisa dilihat dan dirasakan oleh indra manusia.

2) Di kembangkan berdasarkan pengalaman empiris (nyata)

3) Memiliki langkah-langkah yang sistematis artinya setiap langkah tersusun secara baik dan sesuai. Seperti halnya ilmu pengetahuan lainnya misalnya ilmu matematika.

10 Pengertian Biologi Menurut Para Ahli

1. Menurut Maniam

Pengertian biologi menurut maniam merupakan ilmu yang mempunyai banyak lingkup sehingga untuk memudahkan memahaminnya dibagi ke dalam cabang ilmu.

2. Menurut Dwidjosaputro

Pengertian biologi menurut dwidjosaputro yaitu sebagai ilmu pengetahuan merupakan suatu disiplin tersendiri yang pendekatannya menggunakan suatu metode, yaitu metode ilmiah.

3. Menurut Biomed

Pengertian biologi menurut biomed merupakan ilmu yang mempelajari serta mengkaji segala sesuatu tentang makhluk hidup.

4. Menurut John G. Kemeny

Pengertian biologi menurut john g kemeny merupakan semua pengetahuan yang disatukan dengan menggunakan metode ilmiah dan hasil dari sebuah proses yang dibuat dengan menggunakan metode tersebut.

5. Menurut Deswaty Furqonita

Pengertian biologi merupakan ilmu yang mempelajari serta mengkaji mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan makhluk hidup dan kehidupannya.

6. Menurut Campbell, Reece, Mitchell

Pengertian Biologi merupakan ilmu yang paling sulit dari semua bidang sains, sebagian karena sistem mahluk hidup sangat komplek dan sebagian karena biologi adalah ilmu multidisiplin yang membutuhkan pengetahuan Kimia, Fisika, dan Matematika.

7. Menurut Karl Pearson

Pengertian biologi adalah keterangan yang stabil dan komprehensif mengenai suatu fakta dari pengalaman dengan istilah yang sederhana.

8. Menurut Ashely Montagu

Pengertian biologi yaitu ilmu yang mempelajari suatu sistem yang dimulai dari pengamatan dan perlakuan untuk menetapkan prinsip suatu pengkajian.

9. Menurut Fiktor Ferdinand P

Pengertian biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup dan lingkungannya.

10. Menurut Orman Karmana

Menyatakan Biologi merupakan ilmu yang menunjang ilmu lainnya dalam memecahkan permasalahan.

Sejarah Biologi

Sejarah Biologi dan peradaban dunia memberikan gambaran tentang makin pesatnya perkembangan ilmu ini biologi. Petunjuk tentang sejarah perkembangan biologi dapat diperoleh dari situs Assyria dan Babilonia (tahun 3500 SM). Dari hasil peninggalan sejarah menunjukkan bahwa penduduk Assyria dan Babilonia telah melakukan kegiatan bercocok tanam dan ilmu pengobatan. Dam penduduk Assyria dan Babilonia Juga telah mengenal tentang reproduksi tumbuhan palem dan dapat menjelaskan bahwa pollen berasal dari tanaman jantan yang digunakan untuk menyerbuki tanaman betina. Sukuini  juga mulai mengamati anatomi untuk tujuan pengobatan. 

Bangsa Mesir mulai mempraktikkan ilmu biologi dan ilmu pengobatan sejak tahun 2000 SM yakni kebudayaan dan kebiasaan bangsa ini mengawetkan mayat (mumi) dengan ramuan sejenis balsam yang dibuat dari berbagai tumbuhan. Bagaimana mungkin bangsa mesir dapat melakukannya tanpa pengetahuan yang baik mengenai tumbuh-tumbuhan. Selain bangsa mesir, bangsa Cina kuno juga telah mengenal berbagai tanaman obat sejak 2800 tahun SM. Selain telah membudidayakan ulat sutra untuk menghasilkan kain sutra, mereka juga telah mengenal berbagai jenis serangga, termasuk perkembangbiakan dan cara-cara membasmi serangga.

Reruntuhan di Mohenjodaro memberikan gambaran bahwa sejak 2500 SM penduduknya telah mengenal pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sandang. Mereka bercocok tanam gandum, barlei, kapas, sayuran, melon, dan buah-buahan lain. Sebuah dokumen yang ditemukan pada situs peninggalan bersejarah itu menunjukkan bahwa mereka telah memanfaatkan sekitar 960 jenis tanaman untuk pengobatan. Dokumen ini juga berisi berbagai informasi tentang anatomi, fisiologi, patologi, dan ilmu bedah. Bangsa Babilonia, Assyria, Mesir, Cina, dan India kuno telah mengenal biologi, kebanyakan pengetahuan itu selalu dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat supranatural. Contohnya adalah mereka membedah hewan bukan untuk mengetahui struktur organ, tetapi untuk meramal massa depan atau memberi persembahan kepada dewa. 

Biologi yang dipahami sebagai ilmu pengetahuan dimulai oleh bangsa Yunani. Ahli filsafat Yunani mempercayai bahwa setiap kejadian mempunyai sebab dan akibat. Hukum yang disebut hukum kausalitas ini telah mendorong dilakukannya berbagai penyelidikan ilmiah. Mereka juga mempercayai hukum alam yang mengatur kehidupan yang dapat dipelajari manusia karena kemampuannya dalam meneliti dan mengambil keputusan. Sejak saat itu biologi mulai dikembangkan secara rasional.

Ilmuwan Yunani kuno yang telah berjasa mengembangkan biologi antara lain Thales, Anaximander, Hippocrates, Aristoteles, dan Theophrastus. Aristoteles yang hidup pada pertengahan abad ke-4 SM memberi perhatian yang besar terhadap berbagai ilmu termasuk biologi. Di wilayah Arab, biologi mengalami kemajuan pesat berkat sumbangan pemikiran para ahli seperti Al Jahiz yang menuliskan pengetahuannya tentang binatang dan Ibnu Sina yang banyak berjasa mengembangkan ilmu kedokteran, obat, dan pengobatan. Pada abad ke-12 pengetahuan tentang tumbuhan disatukan menjadi botani dan dipisahkan dari pengetahuan yang mempelajari hewan, perburuan, dan ilmu bedah (disebut zoologi). Perkembangan biologi selanjutnya terjadi di berbagai bangsa dan melahirkan tokoh-tokoh seperti Leonardo da Vinci,  Otto Brunfels, Leonhard Fuchs, Pierre Belon, dan sebagainya.   

Ketika mikroskop ditemukan oleh Leeuwenhoek pada abad ke-17, mulailah kajian biologi dengan objek yang berukuran mikroskopis yaitu sel dan mikroorganisme. Sejak saat itu perkembangan biologi mengalami kemajuan yang pesat, ditunjukkan dengan berkembangnya teori-teori kehidupan yang baru dan munculnya cabang-cabang biologi yang baru seperti embriologi dan mikrobiologi. Tokoh-tokoh yang berjasa mengembangkan biologi pada saat itu adalah Roobert Hooke, Fransisco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur. Akibat makin banyaknya makhluk hidup yang ditemukan, John Ray dan Carolus Linnaeus pada abad ke-17 dan 18 mengusulkan suatu sistem klasifikasi yang bersifat universal, dapat berlaku baik untuk hewan maupun tumbuhan. Mereka memperkenalkan sistem klasifikasi baru berdasarkan takson- takson. Sistem klasifikasi inilah yang digunakan sebagai rujukan sistem klasifikasi modern. 

Ketekunan para ahli telah mengembangkan biologi menjadi ilmu modern yang maju dan cakupan yang luas. Perkembangan biologi tidak terlepas dari perkembangan ilmu yang lain seperti kimia dan fisika. Ketika ditemukan peralatan yang lebih canggih seperti mikroskop elektron dan metode analisis yang lebih sensitif pada abad ke-19, kajian biologi menjadi semakin luas karena objek biologi mulai dikaji secara molekuler.   

Seiring dengan perkembangan di bidang biologi sel, perkembangan penelitian genetika klasik dianggap luar biasa, tetapi belum terdapat pemahaman tentang sifat molekuler gen sampai tahun 1940-an. Baru kemudian setelah eksperimen-eksperimen yang dilakukan oleh Avery, Mac Leod, dan Mc Carty pada tahun 1944 serta Hershey dan Chase pada tahun 1952 semua orang percaya bahwa DNA merupakan material genetik, sebelum itu dianggap secara luas bahwa gen tersusun oleh protein.

Penemuan tentang peran DNA merupakan daya tarik yang sangat besar bagi penelitian genetika, dan banyak ahli biologi terkenal (Delbruck, Chargaff, Crick dan Monod) telah memberi sumbangan jaman kebesaran genetika yang kedua. Dalam waktu empat belas tahun antara tahun 1952 sampai tahun 1966 struktur DNA telah dapat diketahui, kode genetik dipecahkan, serta proses-proses transkripsi dan translasi dapat dijabarkan.Kemudian antara tahun 1971 sampai 1973 penelitian genetika kembali maju dengan pesatnya sehingga dapat disebut sebagai revolusi dalam biologi modern.

Suatu metode yang sama sekali baru dikembangkan sehingga memungkinkan eksperimen yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan akhirnya dapat berhasil dirancang dan dilaksanakan. Metode-metode ini disebut teknologi DNA rekombinan atau rekayasa genetik yang inti prosesnya adalah kloning gen dan hal ini telah melahirkan jaman kebesaran genetika yang ketiga (Amin, 2012a, 2012b, 2012c). Dari era inilah perkembangan biologi menjadi sangat pesat disertai dengan penemuan peralatan penunjangnya misalnya PCR (polymerase chain reaction), sekuensing, RT PCR dan peralatan pendukungnya.

59 Cabang-cabang Ilmu Biologi

Makhluk hidup merupakan objek penelitian biologi yang sangat luas. Untuk mempelajari salah satu aspek pada makhluk hidup secara lebih mendalam, akhirnya biologi berkembang menjadi beberapa cabang keilmuan antara lain.

  1. Biologi lingkungan adalah ilmu yang mempelajari dunia alam secara keseluruhan atau dalam wilayah tertentu, terutama dampak manusia terhadapnya
  2. Biologi molekuler adalah ilmu yang mempelajari biologi, dan fungsi biologi dalam tingkatan molekuler, bertumpang tindih dengan biokimia
  3. Biologi populasi adalah ilmu yang mempelajari sekelompok organisme, termasuk
  4. Ekologi populasi adalah ilmu yang mempelajari dinamika, dan kepunahan populasi
  5. Genetika populasi adalah ilmu yang mempelajari perubahan frekuensi gen dalam populasi suatu organisme
  6. Biologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari proses pembentukan organisme dari zigot
  7. Biologi sel adalah ilmu yang meneliti sel sebagai satuan yang utuh, dan interaksi molekuler, dan kimia yang terjadi di dalam sel
  8. Biologi struktural adalah ilmu yang cabang biologi molekuler, biokimia, dan biofisika yang terkait dengan struktur molekuler makromolekul biologis
  9. Biologi sintetis adalah ilmu yang mengintegrasi biologi dengan teknik; membuat fungsi biologis yang tidak ada di alam
  10. Biomatematika (atau biologi matematis) adalah ilmu yang penelitian proses biologis secara kuantitatif atau matematis, dan lebih menekankan pada permodelan
  11. Biomekanika adalah ilmu yang penelitian mekanika kehidupan yang lebih menekankan pada penerapan melalui prostetik atau ortotik. Bidang ini sering dianggap sebagai cabang kedokteran
  12. Biomusikologi adalah ilmu yang mempelajari musik dari sudut pandang biologis
  13. Bioteknologi adalah ilmu yang cabang biologi yang baru, dan kadang-kadang kontroversial yang mempelajari manipulasi materi hidup, termasuk modifikasi genetik, dan biologi sintetik
  14. Botani adalah ilmu yang mempelajari tumbuhan
  15. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya
  16. Aerobiologi adalah ilmu yang mempelajari partikel organik di udara
  17. Agrikultur adalah ilmu yang mempelajari proses produksi hasil panen, dan lebih menekankan pada penerapannya
  18. Anatomi adalah ilmu yang mempelajari bentuk, dan fungsi tumbuhan, hewan, dan organisme lain (terutama manusia)
  19. Arachnologi adalah ilmu yang mempelajari arachnida
  20. Astrobiologi adalah ilmu yang mempelajari evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan di alam semesta—juga disebut eksobiologi, eksopaleontologi, dan bioastronomi
  21. Biofisika adalah ilmu yang mempelajari proses biologis dalam kerangka fisika, dengan menerapkan teori, dan metode yang secara tradisional digunakan dalam ilmu fisika
  22. Biologi kelautan (atau oseanografi biologis) adalah ilmu yang mempelajari ekosistem, tumbuhan, hewan, dan kehidupan samudra lainnya
  23. Biologi konservasi adalah ilmu yang mempelajari pelestarian, perlindungan, dan pemulihan lingkungan alam, ekosistem alam, vegetasi, dan margasatwa
  24. Embriologi adalah ilmu yang mempelajari perkembangan embrio (dari pembuahan hingga kelahiran)
  25. Entomologi adalah ilmu yang mempelajari serangga
  26. Epidemiologi adalah ilmu yang komponen penting dalam penelitian kesehatan, mempelajari faktor yang memengaruhi kesehatan suatu populasi
  27. Epigenetik adalah ilmu yang mempelajari perubahan ekspresi gen atau fenotip seluler yang diakibatkan oleh mekanisme selain perubahan rangkaian ADN
  28. Etologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku hewan
  29. Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari persiapan, penggunaan, dan pengaruh obat-obatan
  30. Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari cara kerja organisme hidup serta organ-organnya
  31. Fitopatologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit pada tumbuhan (juga disebut patologi tumbuhan)
  32. Genetika adalah ilmu yang mempelajari gen, dan pewarisan
  33. Hematologi adalah ilmu yang mempelajari darah, dan organ pembentuk darah
  34. Herpetologi adalah ilmu yang mempelajari reptil, dan amfibi
  35. Histologi adalah ilmu yang mempelajari sel, dan jaringan, cabang mikroskopik anatomi
  36. Iktiologi adalah ilmu yang mempelajari ikan
  37. Kriobiologi adalah ilmu yang mempelajari pengaruh suhu yang rendah terhadap kehidupan
  38. Limnologi adalah ilmu yang mempelajari perairan di daratan
  39. Mamalogi adalah ilmu yang mempelajari mamalia
  40. Mikrologi adalah ilmu yang meneliti organisme mikroskopik (mikroorganisme), dan interaksinya dengan kehidupan lainnya
  41. Mikologi adalah ilmu yang mempelajari fungi
  42. Neurobiologi adalah ilmu yang mempelajari sistem saraf, termasuk anatomi, fisiologi, dan patologinya
  43. Onkologi adalah ilmu yang mempelajari proses kanker
  44. Ornitologi adalah ilmu yang mempelajari burung
  45. Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari fosil, dan bukti geografis kehidupan prasejarah
  46. Patobiologi atau patologi adalah ilmu yang meneliti penyakit, seperti penyebab, proses, ciri, dan perkembangannya
  47. Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari parasit, dan parasitisme
  48. Penelitian biomedis adalah ilmu yang meneliti tubuh manusia yang sehat, dan sakit
  49. Psikobiologi adalah ilmu yang mempelajari dasar psikologi secara biologis
  50. Sosiobiologi adalah ilmu yang mempelajari dasar sosiologi secara biologis
  51. Teknik biologis adalah ilmu yang mempelajari biologi dari sudut pandang teknik, dan lebih menekankan pada pengetahuan terapan. Bidang ini terkait dengan bioteknologi
  52. Virologi adalah ilmu yang mempelajari virus, dan agen yang seperti virus
  53. Zoologi adalah ilmu yang mempelajari hewan, termasuk klasifikasi, fisiologi, perkembangan, dan perilaku (cabang meliputi entomologi, etologi, herpetologi, iktiologi, mamalogi, dan ornitologi)
  54. Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari persebaran spesies dalam konteks keruangan, dan waktu
  55. Bioinformatika adalah ilmu yang penggunaan teknologi informasi untuk meneliti, mengumpulkan, dan menyimpan data genomik atau data biologis lainnya
  56. Biokimia adalah ilmu yang mempelajari reaksi kimia yang diperlukan kehidupan agar tetap berfungsi, biasanya pada tingkatan seluler
  57. Biologi bangunan adalah ilmu yang meneliti lingkungan hidup di dalam ruangan
  58. Biologi evolusioner adalah ilmu yang mempelajari asal usul, dan nenek moyang spesies
  59. Biologi integratif adalah ilmu yang mempelajari semua organisme

Kaitan Ilmu Biologi dengan Ilmu-ilmu Lain

Biologi dengan Kimia

Kaitan biologi dengan kimia terdapat hubungan yang sangat erat. Hal ini terbukti bahwa dalam tubuh kita terkandung berbagai unsur-unsur kimia. Berdasarkan penelitian tubuh manusia tersusun atas unsur-unsur sebagai- berikut.

Nama Unsur Tanda atom % berat

Oksigen 

Karbon 

Hidrogen 

Nitrogen 

Kalsium 

Pospor 

Kalium 

Sulfur 

Natrium 

Chlor 

Magnesium

O

C

H

N

Ca

P

K

S

Na

Cl

Mg

65

18,5

9,5

3,3

1,5

1,0

0,4

0,3

0,2

0,2

0,1

 

Unsur-unsur lain seperti Boron (Bo), Cromium (Cr), Cobalt (Co), Cuprum (Cu), Fluor (F), Jodium (I), Ferum (Fe), Mangaan (Mn), Molybdenum (Mo), Zincum (Zn), Silikon (Si) dijumpai kurang dari 0,01%.

 

Unsur-unsur seperti karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O) merupakan unsur-unsur utama pembentuk materi dalam tubuh dan sangat diperlukan untuk menyusun senyawa-senyawa organik seperti karbohidrat, lemak dan protein. Karbohidrat dan lemak mempunyai fungsi utama sebagai penghasil energi sedangkan protein mempunyai fungsi utama sebagai pembangun sel-sel tubuh kita yang mati dan rusak.

Untuk menghasilkan energi maka karbohidrat atau lemak yang berasal dari makanan akan diubah menjadi glukosa. Selanjutnya glukosa akan mengalami proses pembakaran atau oksidasi. Hasil proses berupa CO2 dan H2O serta energi. Energi ini belum merupakan energi yang siap digunakan tetapi energi tersebut akan digunakan untuk menggabungkan Adenosin Di Fosfat (ADP) dengan fosfat (P) membentuk Adenosin Tri Pospat (ATP) yang merupakan senyawa berenergi sumber energi yang siap pakai untuk segala macam aktivitas tubuh dan sebagainya. Setelah ATP melepaskan energi maka ATP akan berubah kembali menjadi ADP dan P.

Biologi dengan Ekonomi

Kaitan antara biologi dengan ekonomi dapat terlihat dengan jelas di bidang pertanian. Untuk meningkatkan hasil pertanian kita telah mengenal dua kebijakan yang di jalankan pemerintah yaitu intensifikasi pertanian dan ekstensifikasi pertanian. Intensifikasi pertanian merupakan usaha untuk meningkatkan produksi pertanian dengan jalan mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian yang ada, misalnya dengan pemupukan yang benar, penggunaan bibit unggul, irigasi yang teratur, penanaman lahan pertanian dengan sistem tumpang sari dan sebagainya.

Sedangkan ekstensifikasi pertanian merupakan usaha untuk meningkatkan hasil pertanian dengan jalan memperluas lahan pertanian. Usaha ini dilakukan terutama di daerah-daerah yang tanahnya masih luas seperti dilakukan daerah-daerah transmigrasi di luar Pulau Jawa. Usaha pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian telah banyak dirasakan manfaatnya oleh para petani, misalnya masa panen yang dulu hanya dapat dilakukan 2 kali dalam setahun bahkan banyak yang hanya satu kali dalam setahun, sekarang telah dapat ditingkatkan menjadi tiga kali dalam setahun.

Dengan peningkatan hasil pertanian tersebut tentu saja kalau dipandang dari segi ekonomi, usaha tersebut telah dapat memberikan nilai tambah yang besar bagi para petani. Bahkan sekarang pemerintah sudah mulai mengembangkan pertanian dengan menggunakan sistem hidroponik yang dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi para petani. Sistem hidroponik merupakan cara penanaman tanaman yang menggunakan medium selain tanah (misalnya pasir) yang telah diberi zat-zat makanan  yang diperlukan tanaman.

Biologi dengan Fisika

Beberapa contoh hubungan antara biologi dengan fisika antara lain:

1. Proses penyerapan air dan zat hara yang terlarut di dalamnya yang dilakukan oleh akar tumbuh-tumbuhan berlangsung berdasarkan prinsip fisika yaitu prinsip difusi dan osmosis. Difusi merupakan proses penyebaran partikel-partikel dari larutan yang berkonsentrasi tinggi ke larutan yang berkonsentrasi lebih rendah tanpa adanya membran atau selaput pemisah. Berdasarkan sifatnya kita dapat membedakan selaput pemisah menjadi tiga macam yaitu selaput permeabel, semi permeabel dan impermeabel. Selaput permeabel adalah selaput pemisah yang dapat dilewati oleh air dan zat-zat yang terlarut di dalamnya. Selaput semi permeabel adalah selaput pemisah yang hanya dapat dilewati oleh air dan zat-zat tertentu dan selaput impermeabel adalah selaput pemisah yang tak dapat dilewati oleh air dan zat-zat yang terlarut. Untuk melihat proses difusi dapat Anda lakukan percobaan sederhana yaitu masukkan beberapa tetes tinta atau larutan berwarna ke dalam suatu tempat yang berisi air.

2. Penggunaan kaca mata untuk membantu bagi manusia yang mengalami cacat mata yang sering dijumpai pada manusia antara lain:

a).  Myop (mata dekat) merupakan cacat mata yang dapat disebabkan oleh lensa mata terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang. Sehingga benda-benda yang dekat akan terlihat dengan jelas sedangkan, benda-benda yang jauh akan terlihat kabur. Suatu benda akan terlihat dengan jelas jika bayangan benda tersebut jatuh pada retina tepatnya pada bintik kuning. Apabila bayangan benda jatuh di depan atau di belakang retina maka benda tersebut tidak terlihat dengan jelas: Untuk membantu penderita mata myop diperlukan kaca mata yang berlensa cekung, karena lensa cekung dapat memperpanjang jatuhnya bayangan sehingga bayangan dapat tepat jatuh pada retina.

b). Hypermetrop (mata jauh), merupakan cacat mata yang dapat disebabkan oleh lensa mata terlalu pipih atau bola mata terlalu pendek. Benda-benda, yang dekat akan terlihat kabur karena bayangan jatuh di belakang retina sedangkan benda-benda yang jauh dapat terlihat dengan jelas. Penderita hypermetrop dapat dibantu dengan kaca mata yang berlensa cembung karena lensa cembung dapat memperpendek jatuhnya bayangan sehingga bayangan dapat jatuh tepat pada retina.

Biologi dengan Matematika

Matematika sangat membantu dalam penelitian-penelitian biologi. Matematika diperlukan sebagai alat untuk menafsirkan basil penelitianpenelitian tersebut. Misalnya pada persilangan monohibrid (persilangan dengan atau sifat beda) antara kacang ercis berbunga merah dengan ercis berbunga putih, maka dengan bantuan matematika akhirnya Mendel memperoleh kesimpulan bahwa pada keturunan kedua diperoleh hasil perbandingan fenotip adalah kacang ercis berbunga merah dengan kacang ercis berbunga putih = 3:1. Yang dimaksud dengan perbandingan fenotip adalah perbandingan sifat yang tampak (dapat diamati) oleh mata.

Beberapa Hasil Penemuan Ilmu Biologi dan Manfaat Yang Besar Bagi Manusia

Genetika

Orang pertama yang menaruh minat besar terhadap penelitian dalam bidang genetika adalah Gregor Mendel (1822-1884), seorang rahib Austria. Mendel mulai bekerja dengan menggunakan kacang ercis (Pisum sativum) di kebun miliknya. Sesungguhnya pada masa hidupnya belum diketahui, adanya pembawa sifat keturunan modern yang disebut gen. Mendel menyebutnya bahan genetis itu sebagai faktor penentu (determinan) atau disingkat dengan faktor. Pada saat ini telah diketahui bahwa sifat keturunan adalah gen. Gen terletak dalam lokus-lokus kromosom dan kromosom terletak dalam inti sel.  Kromosom-kromosom hanya dapat diamati pada stadium-stadium tertentu dalam siklus hidup sel yaitu pada saat sel mengalami pembelahan. Gen-gen terlalu kecil untuk dilihat, walaupun dengan menggunakan mikroskop dengan perbesaran tinggi. Tetapi eksistensi pada gen-gen tersebut dapat dibuktikan dengan percobaan-percobaan persilangan. Pola-pola keturunan ternyata teratur dan dapat diramalkan, serta mempunyai prinsip-prinsip yang melandasinya. Yang perlu kita pahami adalah bahwa yang diturunkan oleh induk pada keturunannya bukanlah mata coklat, rambut keriting, kulit putih dan sebagainya, tetapi yang diturunkan oleh induk kepada keturunannya adalah gen yang mengawasi perkembangan sifat yang bersangkutan. Gen tidak dapat dilihat tetapi sifatnya dapat ditunjukkan. Jadi, studi genetika dilakukan dengan cara mempelajari sifat-sifat yang dapat dilihat pada generasi yang berurutan dari suatu makhluk hidup. Dari persamaanpersamaan dan variasi-variasi yang tampak, dibuat suatu analisis bagaimana gen-gen untuk suatu sifat tertentu diturunkan.

Genetika telah memberikan manfaat kepada manusia dalam banyak hal yang praktis misalnya dalam bidang pertanian dan peternakan telah dapat diperoleh berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang mempunyai sifat-sifat unggul. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang sangat besar, rekayasa genetika dalam bidang pertanian hendaknya difokuskan pada upaya penemuan padi unggul yang tahan hama, tahan terhadap kekurangan air, umur pendek, bulir banyak, rasa enak dan sebagainya.

Vitamin

Vitamin merupakan senyawa organik yang diperlukan tubuh kita dalam jumlah kecil, biasanya kurang dari 0,01 gram per hari. Walaupun diperlukan dalam jumlah kecil, tetapi vitamin merupakan senyawa yang sangat penting (vital) bagi tubuh kita, artinya kalau vitamin tersebut tidak terdapat dalam tubuh kita maka kesehatan tubuh kita akan terganggu. Vitamin-vitamin tersebut haus didatangkan dari luar tubuh karena tubuh kita tidak dapat menghasilkan vitamin. Dengan penemuan-penemuan vitamin maka kita dapat menyusun menu makanan yang baik sehingga tubuh kita dapat tetap sehat.

Antibiotik

Antibiotik yang pertama ditemukan adalah penicilin. Penicilin pertama kali ditemukan oleh Alexander Fleming pada tahun 1942. Penicilin tersebut ditemukan pada saat Alexander Fleming meneliti jamur Penicilium. Zat yang dihasilkan oleh jamur Penicilium tersebut, yang kemudian disebut penicilin ternyata mampu membunuh bakteri penyebab penyakit tanpa meracuni makhluk hidup di mana bakteri tersebut tinggal Penicilin tersebut kemudian dikembangkan secara besar-besaran untuk membantu mengobati para serdadu yang mengalami infeksi akibat perang dunia ke dua. Beberapa contoh antibiotik yang dihasilkan dari beberapa jenis jamur antara lain:

  1. Penicilin dihasilkan dari jamur Penicilium notatum dan Penicilliun chrysogenum.
  2. Streptomycin, dihasilkan dari jamur Streptomycetes sp.
  3. Chloromycetin, dihasilkan dari jamur Chloromycetes sp.

Dalam dunia kedokteran, antibiotik tersebut sudah lama dipakai untuk mengobati berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri, hanya yang perlu diperhatikan adalah dosis dan lamanya penggunaan antibiotik tersebut. Penggunaan dosis antibiotik yang tidak tepat akan menyebabkan beberapa jenis bakteri menjadi kebal terhadap beberapa jenis antibiotik seperti yang banyak terjadi sekarang ini.

Hormon

Hormon merupakan senyawa kimia yang tersusun atas protein. Hormon berfungsi mengatur aktivitas-aktivitas dalam tubuh antara lain metabolisme (pertukaran zat), pertumbuhan dan perkembangan, siklus reproduksi dan sekresi. Berbeda dengan vitamin, hormon dapat dihasilkan oleh tubuh kita sendiri. Hormon dihasilkan oleh kelenjar khusus yang disebut kelenjar endokrin. Kelenjar-kelenjar endokrin yang terdapat dalam tubuh merupakan suatu sistem yang disebut sistem endokrin. Hormon mempunyai efek yang spesifik (khusus) terhadap jaringan. Jaringan tersebut biasanya terletak agak jauh dari sumber hormon. Pengaruhnya kadang-kadang bersifat umum, dalam arti bahwa hormon dapat mempengaruhi tubuh secara ke seluruhan tetapi pada keadaan yang lain pengaruhnya terbatas dan sangat spesifik. Dengan demikian maka kelainan salah satu kelenjar endokrin dapat mengakibatkan kelainan pada bagian tubuh (jaringan) tertentu dan dapat pula mengakibatkan kelainan tubuh secara keseluruhan.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapat kita tarik kesimpulan mengenai Biologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang kehidupan mencakup aspek-aspek kehidupan tumbuhan, hewan, manusia, mikroorganisme, dan hubungan antar makhluk hidup. Dalam biologi juga diartikan sebagai salah satu ilmu yang menyediakan berbagai pengalaman untuk memahami konsep dan proses sains. Biologi mempelajari struktur fisik dan fungsi alat-alat tubuh manusia serta mempelajari lingkungan sekitar.

Views:
7523
Article Categories:
BiologiSMA

All Comments

  • thank info nya kak🙏

    Dwi Maret 14, 2021 5:11 pm Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *