Pengertian Akhlak Dalam Islam, Manfaat, Serta Macam-macam Akhlak - Qna Sains

Pengertian Akhlak Dalam Islam, Manfaat, Serta Macam-macam Akhlak

pengertian akhlak

Pengertian Akhlak?

Pengertian akhlak (اخلاق) adalah kata jamak dari kata tunggal khuluq (خلق). Kata khuluq adalah lawan dari kata khalq. Khuluq merupakan bentuk batin sedangkan khalq merupakan bentuk lahir.

Pengertian Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat.

Khalq dilihat dengan mata lahir (Basyar) sedangkan khuluq dilihat dengan mata batin (Basyirah). Keduanya dari akar kata yang sama yaitu khalaqa. Keduanya berarti penciptaan, karena memang keduanya telah tercipta melalui proses. Khuluq atau akhlaq adalah sesuatu yang telah tercipta atau terbentuk melalui sebuah proses.

Sedangkan selain pengetian akhlak lazim pula dipergunakan istilah etika yang berasal dari Bahasa Yunani ethos yang berarti adat istiadat (kebiasaan), perasaan batin, kecenderungan hati untuk melakukan perbuatan. 

Pengertian akhlak secara etimologi tersebut berimplikasi bahwa akhlak mempunyai kaitan dengan tuhan pencipta yang menciptakan sifat batin manusia luar dan dalam, sehingga tuntutan akhlak harus dari kholiq yang mengisyaratkan adanya akhlak dari ketetapan manusia bersama, sehingga dalam kehidupan manusia harus berkhlak yang baik menurut ukuran Allah dan ukuran manusia.

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian akhlak adalah kehendak dan tindakan yang sudah menyatu dengan pribadi seseorang dalam kehidupannya sehingga sulit untuk dipisahkan. Karena kehendak dan tindakan itu sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan, m aka seseorang dapat mewujudkan kehendak dan tindakannya itu dengan mudah, tidak banyak memerlukan banyak pertimbangan dan pemikiran.

Oleh sebab itu tidak salah apabila pengertian akhlak sering diterjemahkan dengan kepribadian lantaran kehendak dan tindakannya itu sudah menjadi bagian dari pribadinya. Akhlak mengandung empat unsur yaitu (1) adanya tindakan baik dan buruk, (2) adanya kemampuan melaksanakan, (3) adanya pengetahuan tentang perbuatan yang baik dan yang buruk, dan (4) adanya kecenderungan jiwa terhadap salah satu perbuatan yang baik atau yang buruk.

Sejak dulu masalah akhlak mendapat perhatian yang serius dari Allah SWT dan mengutus beberapa nabi dan rasul ke bumi untuk membimbing manusia, salah satunya nabi kita yaitu  nabi muhammad saw yang membawa misi utamanya yaitu untuk memperbaiki akhlak  ( moral ) manusia,

sebagaimana sabdanya yaitu :

  • إنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِمَّ مَكَارِمَ الاَخْلاَقِ
  • “Sesungguhnya akudiutus (oleh Allah) ke muka bumi ini untuk memperbaiki danmenyempurnakan akhlak manusia”.

Macam-macam akhlak dalam islam?

Setelah mengetahui pengertian akhlak, Ada dua jenis akhlak dalam Islam, yaitu akhlaq al-karimah (akhlak terpuji) ialah akhlak yang baik dan benar menurut syariat Islam, dan akhlaq al-madmumah (akhlak tercela) ialah yang tidak baik dan tidak benar menurut Islam.

Macam-macam akhlak terpuji dan akhlak tercela sebagai berikut: 

Akhlaq al-Karimah (akhlak terpuji)

Adapun jenis-jenis akhlaq al-karimah itu adalah sebagai berikut:

a) Amanah (Sifat jujur dan dapat dipercaya)

Sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang, baik harta, ilmu, rahasia, atau lainnya yang wajib dipelihara dan disampaikan kepada yang berhak menerimanya. 

b) Al-Alifah (Sifat yang disenangi)

Hidup dalam masyarakat yang heterogen memang tidak mudah menerapkan sifat al-alifah, sebab anggota masyarakat terdiri dari bermacam-macam sifat, watak, kebiasaan, dan kegemaran satu sama lain berbeda.

c) Al-‘Afwu (Sifat pemaaf)

Manusia tiada sunyi dari khilaf dan salah.  Maka apabila orang berbuat sesuatu terhadap diri seseorang karena khilaf atau salah, maka patutlah dipakai sifat lemah lembut  sebagai rahmat Allah terhadapnya., maafkanlah kekhilafan atau kesalahannya, janganlah mendendam serta memohonkanlah ampun kepada Allah untuknya.

d) Anisatun (Sifat manis muka)

Menghadapi sifat orang yang menjemukan, mendengar berita fitnah yang memburukkan nama baik, harus disambut semuanya itu dengan manis muka dan senyum.

e) Al-Khairu (Kebaikan/berbuat baik)

Betapa banyaknya ayat al Quran yang menyebutkan apa yang dinamakan baik, cukuplah itu sebagai pedoman, ditambah lagi dengan penjelasan dari Rasulullah. Sudah tentu tidak patut hanya pandai menyuruh orang lain berbuat baik, sedangkan diri sendiri enggan mengerjakannya. Dari itu mulailah dengan diri sendiri (ibda’ binafsi) untuk berbuat baik. 

f) Al-Khusyu’ (Tekun bekerja sambil menundukkan diri/berdzikir kepada-Nya)

Khusyu’ dalam perkataan, maksudnya ibadah yang berpola perkataan, dibaca khusus kepada Allah Rabbul „Alamin dengan tekun sambil bekerja dan menundukkan diri takut kepada Allah. Ibadah dengan merendahkan diri, menundukkan hati, tekun dan tetap, senantiasa bertasbih, bertakbir, bertahmid, bertahlil, memuja asma Allah.

Akhlaq al-Madmumah (akhlak tercela)

Adapun jenis-jenis akhlaq al-madmumah adalah sebagai berikut;

a) Ananiyah (Sifat egoistis)

Manusia hidup tidaklah menyendiri, tetapi berada di tengahtengah masyarakat yang heterogen. Ia harus yakin jika hasil perbuatan baik, masyarakat turut mengecap hasilnya, tetapi jika akibat perbuatannya buruk masyarakatpun turut pula menderita.

b) Al-Baghyu (Melacur)

Melacur dikutuk masyarakat, baik laki-laki ataupun wanita. Wanita yang beralasan karena desakan ekonomi, atau karena patah hati dengan suaminya, mencari kesenangan hidup pada jalan yang salah, jelas dilaknat Allah.

c) Al-Bukhlu (Sifat bakhil, kikir, kedekut/terlalu cinta harta)

Bakhil, kedekut, kikir adalah sifat yang sangat tercela dan paling dibenci Allah. Hidup di dunia ini hanya sementara, apa yang Allah amanahkan hanya pinjaman sementara saja

d) Al-Kazzab (Sifat pendusta)

Maksudnya sifat mengada-ada sesuatu yang sebenarnya tidak ada, dengan maksud untuk merendahkan seseorang. Kadangkadang ia sendiri yang sengaja berdusta. Dikatakannya orang lain yang menjadi pelaku, juga ada kalanya secara brutal ia bertindak, yaitu mengadakan kejelekan orang yang sebenarnya tidak bersalah.

e) Al-Khamru (Gemar minum-minuman yang mengandung alkohol)

Minuman beralkohol walaupun rendah kadarnya diharamkan, sebab mengakibatkan mabuk. Bilamana orang sedang mabuk maka hilanglah pertimbangan akal sehatnya. Akal merupakan kemudi yang dapat membedakan baik dari yang buruk, benar dari yang salah.

f) Al-Khiyanah (Sifat penghianat)

Karena tindakannya yang licik, sifat khiyanah untuk sementara waktu tidak diketahui manusia, tetapi Allah maha mengetahui. Ia tidak segan bersumpah palsu untuk memperkuat dan membenarkan keterangannya bila ia tertuduh, karena ia tidak mempunyai rasa tanggung jawab.

g) Ad-Dulmun (Sifat aniaya)

Aniaya ialah meletakkan sesuatu tidak pada tempatmya, mengurangi hak yang seharusnya diberikan. Penganiayaan dapat memutuskan ikatan persaudaraan antara sesama manusia. Itulah sebabnya agama melarang zalim karena manusia selalu mempunyai kekurangan-kekurangan. Manusia harus tolongmenolong dalam kehidupan masing-masing tidak boleh menganiaya.

h) Al-Jubnu (Sifat pengecut)

Sifat pengecut adalah perbuatan hina, sebab tidak berani mencoba, belum mulai berusaha sudah menganggap dirinya gagal. Ia selalu ragu-ragu dalam bertindak. Keragu-raguan memulai sesuatu itu berarti suatu kekalahan. Orang muslim harus tegas, cepat mengambil keputusan dan tidak menunggu.

Ruang Lingkup Akhlak ?

Konsep akhlaq al-karimah merupakan konsep hidup yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan alam sekitarnya dan manusia dengan manusia itu sendiri. Keseluruhan konsep-konsep akhlak tersebut diatur dalam sebuah ruang lingkup akhlak. 

Seperti halnya ibadah dan mu’amalah, akhlak dalam Islam juga mempunyai ruang lingkup, yaitu akhlak manusia terhadap Allah SWT, akhlak manusia terhadap sesama manusia, dan akhlak manusia terhadap lingkungan. 

Akhlak kepada Allah SWT

Akhlak terhadap Allah dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk, kepada Tuhan sebagai khaliq.  

Beberapa contoh lingkup akhlak terhadap Allah SWT antara lain ialah :

a) Beribadah kepada Allah SWT. Hubungan manusia dengan Allah SWT diwujudkan dalam bentuk ritualitas peribadatan seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Beribadah kepada Allah SWT harus dilakukan dengan niat semata-mata karena Allah SWT, tidak menduakan-Nya baik dalam hati, melalui perkataan, dan perbuatan.

b) Mencintai Allah SWT di atas segalanya. Mencintai Allah SWT melebihi cintanya kepada apa dan siapapun dengan jalan melaksanakan segala perintah dan menjauhi semua larangan-Nya, mengharapkan ridha-Nya, mensyukuri nikmat dan karunia-Nya, menerima dengan ikhlas semua qadha dan qadar-Nya setelah berikhtiar, meminta pertolongan, memohon ampun, bertawakal, dan berserah diri hanya kepada-Nya merupakan bentuk dari mencintai Allah SWT.

c) Berdzikir kepada Allah SWT. Mengingat Allah SWT dalam berbagai situasi (lapang, sempit, senang, susah) merupakan salah satu wujud akhlak manusia kepada-Nya. Berdzikir kepada-Nya dianjurkan dalam kitab-Nya. Dia menyuruh orang mukmin untuk berdzikir kepada-Nya dengan sebanyak-banyaknya. Dengan berdzikir manusia akan mendapatkan ketenangan.

d) Tawaddu’, dan tawakal. Berdoa atau memohon kepada Allah SWT sesuai dengan hajat harus dilakukan dengan cara sebaik mungkin, penuh keikhlasan, penuh keyakinan bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam berdoa, manusia dianjurkan untuk bersikap tawaddu’ yaitu sikap rendah hati di hadapan-Nya, bersimpuh mengakui kelemahan dan keterbatasan diri serta memohon pertolongan dan perlindunganNya dengan penuh harap.

Akhlak terhadap sesama manusia

Berikut akhlak-akhlak terhadap sesama manusia, antara lain meliputi: 

a) Akhlak terhadap Rasulullah SAW. Mencintai Rasulullah secara tulus dengan mengikuti semua sunahnya, menjadikannya sebagai panutan, suri tauladan dalam hidup dan kehidupan. Menjalankan apa yang disuruhnya dan meninggalkan segala yang dilarangnya.

b) Akhlak terhadap tetangga. Saling mengunjungi, saling membantu disaat senang maupun susah, dan saling hormat-menghormati.

c) Akhlak terhadap masyarakat. Memuliakan tamu, menghormati nilai dan norma yang berlaku, menaati putusan/peraturan yang telah diambi, bermusyawarah dalam segala urusan untuk kepentingan bersama.47

d) Akhlak terhadap diri sendiri. Memelihara kesucian diri, memelihara kerapihan diri, ikhlas, sabar, pemaaf, menjauhi sifat iri serta dendam, berlaku tenang (tidak terburu-buru), rendah hati, menambah pengetahuan.

e) Akhlak terhadap orang tua. Mencintai mereka melebihi cintanya kepada kerabat lainnya. Menyayangi mereka dengan kasih sayang yang tulus. Berbicara secara ramah, dengan kata-kata yang lemah lembut. Mendo‟akan mereka untuk keselamatan dan ampunan kendatipun mereka telah meninggal dunia.

f) Akhlak terhadap keluarga. Saling membina rasa cinta dan kasih sayang, mencintai dan membenci karena Allah SWT.

Akhlak terhadap lingkungan (Alam)

Yang dimaksud dengan lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang di sekitar manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda tak bernyawa.  Allah SWT telah menjadikan bumi sebagai tempat tinggal manusia dengan segala nikmat di dalamnya.

Macam-macam akhlak terpuji?

  1. Ikhlas : Kata ikhlas Menurut al-Qurtubi, ikhlas pada dasarnya berarti memurnikan perbuatan dari pengaruh-pengaruh makhluk.
  2. Amanah : Secara bahasa amanah bermakna al-wafa’ (memenuhi) dan wadi’ah (titipan) sedangkan secara definisi amanah berarti memenuhi apa yang dititipkankan kepadanya.
  3. Adil : Adil berarti menempatkan/meletakan sesuatu pada tempatnya. Adil juga tidak lain ialah berupa perbuatan yang tidak berat sebelah.
  4. Bersyukur : Syukur menurut kamus “Al-mu’jamu al-wasith” adalah mengakui adanya kenikmatan dan menampakkannya serta memuji (atas) pemberian nikmat tersebut.Sedangkan makna syukur secara syar’i adalah : Menggunakan nikmat AllahSWT dalam (ruang lingkup) hal-hal yang dicintainya.
  5. Husnuzzan : berprasangka baik terhadap segala sesuatu yang menimpa dirinya dan orang lainatau disebut juga positive thinking.

Akhlak terpuji kepada Allah

  1. Bertaubat (At-Taubah), yaitu suatu sikap yang menyesali perbuatan buruk yang pernah dilakukannya dan berusaha menjauhinya, serta melakukan perbuatan baik.
  2. Bersabar (Ash-Shabru), yaitu suatu sikap yang betah atau dapat menahan diri pada kesulitan yang dihadapinya. Tetapi bukan berarti bahwa sabar itu langsung menyerah tanpa upaya untuk melepaskan diri dari kesulitan yang dihadapi oleh manusia. Maka sabar yang dimaksudkannya adalah sikap yang diawali dengan ikhtisar, lalu diakhiri dengan ridha dan ikhlas, bila seseorang dilanda suatu cobaan dari Tuhan
  3. Bersyukur (Asy-Syukru), yaitu suatu sikap yang selalu ingin memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, nikmat yang telah diberikan oleh ALLAH kepadanya, baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Lalu disertai dengan peningkatan pendekatan diri kepada yang member nikmat, yaitu ALLAH
  4. Bertawakkal (At-Tawakkal), yaitu menyerahkan segala urusan kepada ALLAH setelah berbuat semaksimal mungkin, untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkannya. Oleh karena itu, syarat utama yang harus dipenuhi bila seseorang ingin mendapatkan sesuatu yang diharapkannya, ia harus lebih dahulu berupaya sekuat tenaga, lalu menyerahkan ketentuannya kepada ALLAH. Maka dengan cara yang demikian itu, manusia dapat meraih kesuksesan dalam hidupnya.
  5. Ikhlas (Al-Ikhlaash), yaitu sikap menjauhkan diri dari riya (menunjuk-nunjukkan kepada orang lain) ketika mengerjakan amal baik, maka amalan seseorang dapat dikatakan jernih, bila dikerjakannya dengan ikhlas.

Akhlak terpuji kepada orang tua

Birrul walidain artinya berbakti kepada kedua orang tua. Islam mmposisikan orang tua ke dalam posisi yang sangat terhormat dan mulia. Untuk itu di dalam al-quran banyak ayat-ayat yang menjelaskan kepada manusia agar selalu berbakti dan memuliakan kedua orang tuanya. Di dalam al-quran orang tua mempunyai posisi kedua yang harus diperlakukan baik oleh setiap manusia sedangkan yang pertama adalah Allah SWT. Berbakti kepada orang tua juga merupakan salah satu wujud syukur yang harus selalu dijunjung tinggi oleh setiap insan.

Akhlak terpuji terhadap diri sendiri

  1. Adapun kewajiban kita terhadap diri sendiri dari segi akhlak, diantaranya:
  2. Sabar, yaitu penyebab perilaku seseorang terhadap dirinya sendiri sebagai hasil dari pengendalian nafsu dan penerimaan terhadap apa yang menimpanya. Sabar diungkapkan ketika melaksanakan perintah, menjauhi larangan dan ketika di timpah musibah.
  3. Syukur, yaitu sikap berterimakasih atas pemberian nikmat allah yang tidak bisa terhitung banyaknya. Syukur di ungkapkan dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Syukur dengan ucapan adalah memuji allah dengan bacaan alhamdulillah, sedangkan syukur dengan perbuatan di lakukan dengan menggunakan dan memanfaatkan nikmat allah sesuai dengan aturannya.
  4. Tawadhu, yaitu rendah hati, selalu menghargai siapa saja yang di hadapinnya orangtua, muda, kaya, atau miskin, sikap tawadhu melahirkan ketenangan jiwa, menjauhkan dari sifat iri dan dengki yang menyiksa diri sendiri dan tidak menyenangkan orang lain.

Akhlak terpuji terhadap orang lain

  1. Belas kasihan atau kasih sayang (Asy-syafaqah), yaitu sikap yang selalu ingin berbuat baik dan menyatuni orang lain.
  2. Rasa persaudaraan (Al-Ikhaa), yaitu sikap jiwa yang selalu ingin berhubungan atau mengikat tali persaudaraan.
  3. Memberi nasehat (An-Nashiihah), yaitu suatu upaya untuk memberikan petunjuk kepada orang lain dengan menggunakan perkataan.
  4. Memberi pertolongan (An-Nashru), yaitu suatu upaya untuk membantu orang lain agar tidak mengalami suatu kesulitan.
  5. Menahan amarah (Kazmul Ghaizhi), yaitu uoaya menahan emosi agar tidak dikuasai oleh perasaan marah terhadap orang lain.

Hadist Keutamaan akhlak yang baik?

Terdapat dalam hadist Nabi,

  • ماَ مِنْ شَيْءٍ أَ ثْقَلُ فِى مِيْزَا نِ الْعَبْدِ  يَوْ مَ القِياَ مَةِ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ

Artinya:”Tiada sesuatu apapun yang paling berat pada timbangan setiap hamba pada hari kiamat, selain akhlak yang baik”.

Kesimpulan?

Dari penjelasan di atas mengenai Pengertian Akhlak dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Pengertian Akhlak (اخلاق) adalah kata jamak dari kata tunggal khuluq (خلق). Kata khuluq adalah lawan dari kata khalq. Khuluq merupakan bentuk batin sedangkan khalq merupakan bentuk lahir.
  2. Ada dua jenis akhlak dalam Islam, yaitu akhlaq al-karimah (akhlak terpuji) ialah akhlak yang baik dan benar menurut syariat Islam, dan akhlaq al-madmumah (akhlak tercela) ialah yang tidak baik dan tidak benar menurut Islam.
  3. Konsep akhlaq al-karimah merupakan konsep hidup yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan alam sekitarnya dan manusia dengan manusia itu sendiri. Keseluruhan konsep-konsep akhlak tersebut diatur dalam sebuah ruang lingkup akhlak. 
Views:
6477

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *