zZGtt-qkn6mCAfAe-AN_x-WwH-1css1uigqlqOqzVM8

Mengenal Struktur Kerangka Karangan dalam Penulisan Karya Ilmiah

  • Bagikan
struktur kerangka karangan
struktur kerangka karangan

Mengenal Struktur kerangka karangan?

Kerangka karangan adalah suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan dibuat. Dengan kata lain pengertian kerangka karangan adalah suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap. Pada dasarnya, untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk karangan itu menjadi karangan yang teratur dan sistematis. Maka, sebelum membuat karangan lebih baik dibuat susunan-susunan yang dapat memudahkan dalam mengembangkan karangan tersebut. Susunan-susunan tersebut dapat dikatakan sebagai kerangka karangan.

Adapun langkah-langkah untuk menyusun karangan tersebut, yaitu sebagai berikut?

1. Menentukan tema dan judul

Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan, cakupannya lebih besar dan menyangkut pada permasalahan yang diangkat. Sedangkan yang dimaksud dengan judul adalah kepala karangan, dan lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis.

2. Mengumpulkan bahan

Sebelum melanjutkan menulis, perlu ada bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan seperti mengumpulkan ide dan inovasi. Banyak cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara sesuai dengan tujuan penulisannya.  

3. Menyeleksi bahan

Setelah ada bahan maka perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. Polanya melalui klarifikasi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis.

4. Membuat kerangka karangan

Kerangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur. Kerangka karangan belum tentu sama dengan daftar isi atau uraian per bab. Kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.

Berikut fungsi kerangka karangan:

  • Memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan sistematis
  • Memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahan
  • Membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting

Tahapan dalam menyusun kerangka karangan:

  • Mencatat gagasan
  • Mengatur urutan gagasan
  • Memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab
  • Membuat kerangka yang terperinci dan lengkap

5. Mengembangkan kerangka karangan

Proses pengembangan karangan tergantung pada materi yang hendak ditulis. Pengembangan karangan juga jangan menumpuk dengan pokok permasalahan yang lain. Untuk itu pengembangannya harus sistematis, dan terarah. Alur pengembangan juga harus disusun secara teliti dan cermat. 

Ciri-Ciri Karangan yang Baik?

ciri-ciri karangan yang baik
Image: qnasains.com

Pada dasarnya, karangan memiliki ciri-ciri yang bisa mengidentifikasikan bahwa karangan tersebut dapat dikatakan baik. karangan yang baik adalah karangan yang mencerminkan kemampuan pengarang untuk menggunakan nada yang serasi, karangan yang mencerminkan pengarang mampu menyusun karangan secara utuh dan tidak samar-samar dan dapat meyakinkan pembaca. 

Karangan yang baik adalah karangan yang bermakna jelas, bulat dan utuh, ekonomis dan memenuhi kaidah-kaidah gramatikal. Karangan yang baik memiliki beberapa ciri, diantaranya : bermakna jelas, merupakan kesatuan yang bulat, singkat dan padat, memiliki kaidah kebahasaan dan komunikatif. Selain itu, beberapa ciri karangan yang baik adalah : signifikan, jelas, memiliki kesatuan dan mengorganisasikan yang baik ekonomis, mempunyai pengembangan yang memadai, menggunakan bahasa yang dapat diterima dan mempunyai kekuatan.

Berdasarkan pendapat di atas, terdapat beberapa persamaan ciri karangan yang baik yaitu, sebagai berikut.

a. Jelas

Aspek kejelasan dalam suatu karangan sangat diperlukan agar karangan tersebut lebih mudah dipahami dan jelas untuk dibaca oleh pembacanya.

b. Kesatuan dan Organisasi

Aspek kesatuan yang baik tampak pada setiap kalimat penjelas yang  logis dan mendukung ide utama paragraf, sedangkan aspek organisasi yang baik tampak dari posisi kalimat yang tepat pada tempatnya dengan kata lain kalimat tersebut tersusun dengan urut dan logis.

c. Ekonomis

Ciri ekonomis berkaitan erat dengan soal keefisienan, baik waktu maupun tenaga. Kedua keefisienan itu sangat diperlukan oleh pembaca di dalam menangkap isi yang terkandung dalam sebuah karangan. 

d. Pemakaian Bahasa yang Dapat Diterima

Pemakaian bahasa yang dapat diterima akan sangat mempengaruhi tingkat kejelasan karangan. Pemakaian bahasa ini menyangkut banyak aspek. Pemakaian bahasa dalam suatu karangan harus mengikuti kaidah bahasa yang ada, baik menyangkut kaidah pembentukan kalimat (sintaksis), kaidah pembentukan kata (morfologi), kaidah ejaan yang berlaku, kaidah peristilahan maupun kaidahkaidah yang lain yang relevan.

Manfaat kerangka karangan?

manfaat kerangka karangan
Image: qnasains.com

Manfaat kerangka karangan bagi penulis sebagai berikut :

1. Untuk Menyusun karangan secara teratur

Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat wujud gagasan-gagasan dalam sekilas pandang. Sehingga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal balik antara gagasan itu sudah tepat, apakah gagasan-gagasan itu udah disajikan dengan baik, harmonis dalam pertimbangannya. Dengan kata lain, apakah pengungkapan maksud sudah diperinci secara maksimal dan urutannya sudah disusun dalam pola teratur atau tidak. Demikian seterusnya, apakah setiap gagasan nawahan sudah dipeinci pula secara maksimal dan telah diurutkan pula dengan baik.

2. Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda

Setiap tulisan dikembangkan menuju ke satu klimaks tertentu. Namun, sebelum mencapai klimaks dari seluruh karangan itu, terdapat dari sejumlah bagian yang berbeda-beda kepentingannya terhadap klimaks utama tadi. Tiap bagian juga mempunyai klimaks tersendiri dalam bagiannya. Supaya pembaca dapat terpikat secara terus-menerus menuju klimaks utama, maka susunan bagian-bagian harus diatur pula sekian macam, sehingga tercipta klimaks yang berbeda-beda yang dapat memikat perhatian pembaca.

3. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih

Ada kemungkinan suatu bagian dapat dibicarakan dua kali atau lebih, sesuai dengan kebutuhan tiap karangan bagian itu. Namun, penggarapan suatu topik sampai dua kali atau lebih tidak perlu. Karena, hal itu hanya akan membawa efek yang tidak menguntungkan, misalnya : bila penulis tidak sadar betul maka pendapatnya mengenai topik yang sama pada bagian terdahulu lain. Hal ini tidak dapat diterima, bahwa dalam satu karangan yang sama terdapat yang bertentangan satu sama lain.

4. Memudahkan penulis untuk mencari materi pembantu

Dengan menggunakan perincian dalam kerangka karangan penulis akan mudah mencari data-data atau fakta untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya atau dan fakta yang telah dikumpulkan akan dipergunakan untuk bagian-bagian mana dari karangan itu. 

Jenis-jenis karangan?

jenis-jenis karangan
Image: qnasains.com

Berdasarkan cara penyajian dan tujuan penyajiannya karangan dapat dibedakan atas enam jenis, yaitu :

  1. Deskripsi (pelukisan)
  2. Narasi (pengisahan)
  3. Eksposisi (pemaparan)
  4. Argumentasi (pembahasan)
  5. Persuasi (pengajakan)

Karangan Deskripsi?

Karangan deskripsi merupakan karangan yang lebih menonjolkan aspek pelukisan sebuah benda sebagaimana adanya. Penggambaran sesuatu dalam karangan deskripsi memerlukan kecermatan pengamatan dan ketelitian. Hasil pengamatan itu kemudian dituangkan oleh penulis dengan menggunakan kata-kata yang kaya akan nuansa dan bentuk. Dengan kata lain, penulis harus sanggup mengembangkan suatu objek melalui rangkaian kata-kata yang arti dan kekuatan sehingga pembaca dapat menerimanya seolah-olah melihat, mendengar, merasakan, menikmati sendiri objek itu.

Tulisan deskripsi dimaksudkan untuk menciptakan sebuah pengalaman pada diri pembaca dan memberi identitas atau informasi mengenai objek tertentu, sehingga pembaca dapat mengenalinya bila bertemu atau berhadapan dengan objek tadi.

Supaya karangan sesuai dengan tujuan penulisnya, diperlukan suatu pendekatan. Pendekatan ialah cara penulis meneropong atau melihat sesuatu yang akan ditulis. Pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan realistis dan pendekatan impresionistis.

  1. Pendekatan realistis

Dalam pendekatan realistis penulis dituntut memotret hal/benda seobjektif mungkin sesuai dengan keadaan yang dilihatnya.

Perhatikan kutipan dibawah ini sebagai contoh :

“…. Tempat ini begitu elek, danau riak diantara gunung-gunung yang menjulang, sungai kecil yang bertebaran di kaki bukit, sawah membentang dengan hijaunya, para petani berbaris tidak ada beda dengan orang-orangan sawah serta para penjual jamu yang tengah menyusuri jalanan sempit kebun teh….”

  1. Pendekatan impresionistis

Impresionistis adalah pendekatan yang berusaha menggambarkan sesuatusecara subjektif. Dengan pendekatan ini dimaksudkan agar setiap penulis bebas dalam memberi pandangan atau interpretasi terhadap bagian-bagian yang dilihat, dirasakan atau dinikmatinya.

Perhatikan contoh dibawah ini :

“… gadis itu memang sangat cantik, ia berbeda dengan gadis-gadis lain yang hadir dipesta ini. Tampaknya ia golongan bangsawan, berbeda jauh dengan statusku yang hanya golongan pedagang, hal itu kulihat dari gaun yang dipakainya begitu mewah dan elegan. Sepertinya ia ramah, karena kulihat sejak tadi bibirnya tak berhenti tersenyum saat orang lewat dihadapannya. Mungkinkah ia gadis baik yang tidak melihat seseorang hanya dari sebuah status….”

Karangan Narasi?

karangan narasi
Image: qnasains.com

Narration artinya bercerita. Jadi, karangan narasi adalah suatu bentuk tukisan yang berusaha menciptakan, mengisahkan, merangkaikan Tindakan tanduk perbuatan manusia dalam sebuah pristiwa secara kronologis atau yang berlangsung dalam satu kesatuan waktu. Karangan narasi memiliki dua sifat, sebagai berikut.

  1. Narasi eksposiotoris atau narasi factual merupakan narasi yang hanya bertujuan untuk memberi informasi kepada pembaca agar pengetahuannya bertambah luas.
  2. Narasi sugesti atu narasi berplot merupakan narasi yang mampu menimbulkan daya khayal pembaca.

Berikut contoh karangan narasi :

“…. Pagi sekali aku berangkat ke bandung menggunakan kereta ekonomi. Setelah sampai di rumah paman, aku tertidur pulas hingga adzan magrib. Setelah itu, aku segera menjenguk paman yang tengah berbaring lemas di Rumah Sakit….”

Karangan Eksposisi?

Karangan eksposisi merupakan wacana yang bertujuan untuk memberi tahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu. Dalam karangan eksposisi, masalah yang dikomunikasikan terutama adalah pemberitahuan atau informasi.

Contoh karangan eksposisi :

“….indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan kesenian. Di setiap daerah, pasti kalian dapat jumpai kesenian yang merupakan ciri khas daerah tersebut. Sebagai contoh di ponorogo terdapat kesenian reog, di bali terdapat legong, dan sebagainya. Akan tetapi, kekayaan kesenian tersebut perlahan-lahan hamper punah dari Indonesia. Penyebabnya adalah para generasi muda enggan melestarikannya….”

Karangan Argumentasi?

Tujuan utama karangan argumentasi adalah untuk meyakinkan pembaca menerima atau mengambil suatu doktrin, sikap, dan tingkah laku tertentu. Syarat utama untuk menulis karangan argumentasi adalah penulisan harus terampil dalam bernalar dan Menyusun ide yang logis.

Karangan argumentasi memiliki ciri sebagai berikut :

  1. Mengemukakan alasan atau bantahan sedemikian rupa dengan tujuan mempengaruhi kesakinan pembaca agar menyetujuinya
  2. Mengusahakan pemecahan suatu masalah, dan
  3. Mendiskusikan suatu persoalan tanpa perlu mencapai satu penyelesaian.

Contoh kutipan karangan argumentasi :

“…. Saat ini, pemerintahan Indonesia sedang kehilangan harga diri. Kita bisa melihat di tayangan televisi, surat kabar atau majalah, banyak pejabat atau aparatur pemerintah yang melakukan pelanggaran yang pada akhirnya merugikan rakyat, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme. Mau di bawa ke mana negara kita ini, kalua orang-orang yang mengatur negaranya saja tidak bermoral baik….”

Karangan Persuasi?

Karangan persuasi adalah karangan yang bertujuan membuat pembaca percaya, yakin, dan terbujuk akan hal-hal yang dikomunikasikan yang mungkin berupa fakta, suatu pendirian umum, suatu pendapat, gagasan atau perasaan seseorang.

Macam-macam persuasi ditinjau dari segi medan pemakaiannya :

  1. Persuasi politik

Sesuai dengan Namanya, persuasi politik dipakai dalam bidang politik oleh orang-orang yang berkecimpungan dalam bidang politik dan kenegaraan.

  1. Persuai Pendidikan

Persuasi Pendidikan dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang Pendidikan dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan Pendidikan. Seorang guru misalnya, bisa menggunakan persuasi ini untuk mempengaruhi anak didiknya supaya mereka giat belajar, senang membaca dan lain-lain.

  1. Persuasi advertensi/iklan

Persuasi iklan dimanfaatkan terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan suatu barang atau bentuk jasa tertentu. Lewat persuasi iklan ini diharapkan pembaca atau pendengar menjadi kenal, senang, ingin memiliki barang atau memakai jasa yang ditawarkan.

  1. Persuasi propaganda

Objek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tentunya tujuan persuasi propaganda tidak hanya berhenti pada penyebaran informasi saja. Persuasi propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye. Isi kampanye biasanya berupa informasi atau ajakan. Tujuan dari akhir kampanye adalah agar pembaca mendengar dan menuruti isi ajakan kampanye tersebut.

Kesimpulan?

kerangka karangan
Image: qnasains.com

Dari penjelasan diatas mengenai Struktur Kerangka Karangan dalam Penulisan Karya Ilmiah dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Pengertian kerangka karangan adalah suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan dibuat. Dengan kata lain pengertian kerangka karangan adalah suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap.
  2. Pada dasarnya, karangan memiliki ciri-ciri yang bisa mengidentifikasikan bahwa karangan tersebut dapat dikatakan baik. karangan yang baik adalah karangan yang mencerminkan kemampuan pengarang untuk menggunakan nada yang serasi, karangan yang mencerminkan pengarang mampu menyusun karangan secara utuh dan tidak samar-samar dan dapat meyakinkan pembaca. 
  3. Karangan deskripsi merupakan karangan yang lebih menonjolkan aspek pelukisan sebuah benda sebagaimana adanya.
  4. Narration artinya bercerita. Jadi, karangan narasi adalah suatu bentuk tukisan yang berusaha menciptakan, mengisahkan, merangkaikan Tindakan tanduk perbuatan manusia dalam sebuah pristiwa secara kronologis atau yang berlangsung dalam satu kesatuan waktu.
  5. Karangan eksposisi merupakan wacana yang bertujuan untuk memberi tahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu.
  6. Tujuan utama karangan argumentasi adalah untuk meyakinkan pembaca menerima atau mengambil suatu doktrin, sikap, dan tingkah laku tertentu.
  7. Karangan persuasi adalah karangan yang bertujuan membuat pembaca percaya, yakin, dan terbujuk akan hal-hal yang dikomunikasikan yang mungkin berupa fakta, suatu pendirian umum, suatu pendapat, gagasan atau perasaan seseorang.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *