zZGtt-qkn6mCAfAe-AN_x-WwH-1css1uigqlqOqzVM8

Hepatitis, Penyebab, Jenis Virus Hepatitis dan Pencegahan

  • Bagikan
hepatitis
hepatitis

Hepatitis

Hepatitis (plural: hepatitides) adalah peradangan pada hati berupa peradangan (sel) hati. Peradangan ini ditandai dengan meningkatnya kadar enzim hati. Peningkatan ini disebabkan adanya gangguan atau kerusakan membran hati. Ada 2 faktor penyebabnya yaitu faktor infeksi dan faktor non infeksi. Faktor penyebab infeksi antara lain virus hepatitis dan bakteri.

Hepatitis merupakan suatu proses terjadinya inflamasi atau nekrosis pada jaringan hati yang dapat disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, toksin, gangguan metabolik, maupun kelainan sistem antibodi. Infeksi yang disebabkan virus merupakan penyebab paling banyak dari Hepatitis akut. Terdapat 6 jenis virus penyebab utama infeksi akut, yaitu virus Hepatitis A, B, C, D, E dan G.

Hampir semua kasus hepatitis virus akut disebabkan oleh salah satu dari lima jenis virus yaitu: virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV), virus hepatitis D (HDV) dan virus hepatitis E (HEV). Jenis virus lain yang ditularkan pascatransfusi seperti virus hepatitis G dan virus TT telah dapat diidentifikasi akan tetapi tidak menyebabkan hepatitis. Semua jenis hepatitis virus yang menyerang manusia merupakan virus RNA kecuali virus hepatitis B, yang merupakan virus DNA. Walaupun virus-virus tersebut berbeda dalam sifat molecular dan antigen, akan tetapi semua jenis virus tersebut memperlihatkan kesamaan dalam gejala klinis dan perjalanan penyakitnya. Gambaran klinis hepatitis virus sangat bervariasi mulai dari asimtomatik sampai yang sangat berat yaitu hepatitis fulminan yang dapat menimbulkan kematian. Selain itu, gejala juga bisa bervariasi dari infeksi persisten subklinis sampai penyakit hati kronik progresif cepat dengan sirosis hepatis dan karsinoma hepatoseluler yang umum ditemukan pada tipe virus yang ditransmisi melalui darah (HBV, HCV, dan 1,2 HDV).

World Health Organization (WHO) memperkirakan penduduk dunia terinfeksi virus Hepatitis A, B, C, D dan E. Hasil data untuk Hepatitis A secara global didapatkan sekitar 1,4 juta kasus pertahun. Hepatitis B berjumlah lebih dari 2 miliar penduduk dunia terinfeksi virus Hepatitis B dan 400 juta orang diantaranya menjadi pengidap kronik pada tahun 2000, Hepatitis C berjumlah sekitar 3% atau 170 juta orang  (Depkes RI 2006), Hepatitis E dengan jumlah kasus 146 orang (Kemenkes RI, 2014). Dari semua data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah terbanyak adalah penderita Hepatitis B.

Sedangkan  prevalensi infeksi Hepatitis B di Asia Pasifik cukup tinggi yaitu melebihi 8% dan penularannya pada umumnya terjadi secara vertikal (pada periode perinatal) dan horizontal (pada masa anak-anak). Diperkirakan lebih dari 350 juta diantaranya menjadi kronik dan sekitar 75% karier Hepatitis B kronik berada di Asia Pasifik. Pada daerah tertentu seperti Amerika bagian utara, Eropa bagian utara dan barat, Amerika Selatan, Australia dan Selandia Baru, memiliki prevalensi HBsAg yang relatif rendah (< 2%). Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat endemisitas tinggi (WHO, 2014). Data Kemenkes RI tahun 2014 menunjukkan bahwa prevalensi Hepatitis pada seluruh provinsi di Indonesia adalah Bengkulu terdapat 19 kasus, Sumatera Barat terdapat 159 kasus, Kalimantan Timur terdapat 282 kasus. Selain pasien ternyata perawat adalah kedua yang paling sering terinfeksi yaitu sekitar 41%, diikuti oleh dokter sekitar 31%.

Penyebab Hepatitis

jenis virus hepatitis
Image: Jenis Virus Hepatitis

Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama kelima satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.

Jenis Virus Hepatitis dibedakan menjadi:

1. Virus Hepatitis A (HAV)

Hepatitis A atau peradangan pada hati akibat serangan virus hepatitis A adalah penyakit yang menular, maka penyakit ini disebut juga hepatitis infeksiosa. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A. Sebanyak 1,4 juta pasien menurut data WHO mengalami serangan hepatitis A setiap tahunnya. Hepatitis A dapat dicegah dengan cara vaksinasi. Virus hepatitis A (HAV) merupakan Hepatovirus yang berhubungan dengan Enterovirus dalam famili Picornaviridae.

2. Virus Hepatitis B (HBV)

Virus hepatitis B (VHB) merupakn virus DNA yang termasuk famili virus Hepadnaviridae. Virus ini secara spesifik menyerang sel hati, namun sebagian kecil DNA hepatitis juga dapat ditemukan diginjal, pankreas, dan sel mononuklear. Melalui pengamatan mikroskop dalam serum penderita yang terinfeksi HBV, dapat ditemukan beberapa macam partikel VHB. Virion VHB yang utuh disebut partikel Dane, merupakan partikel berukuran 40-42 nm dengan selubung rangkap yang mrngandung antigen permukaan. Dibagian tengah terdapat nukleokapsid yang dikelilingi oleh suatu selubung protein dan terdiri atas hepatitis B core antigen (HBcAG), hepatitis Be antigen (HBeAg), genom VHB, dan DNA polymerase.

3. Virus Hepatitis C (HCV)

Virus hepatitis C paling berbahaya dibandingkan dengan virus hepatitis lainnya, karena  80% penderita terinfeksi bisa menjadi infeksi yang menahun dan bisa berkelanjutan menjadi hepatitis kronik kemudian sirosis hati, kanker hati dan kematian. Proses perjalanan ini memerlukan waktu yang panjang hingga belasan atau puluhan tahun. Virus ini dapat bermutasi dengan cepat, perubahan-perubahan protein kapsul yang membantu virus menghindarkan sistem imun. Genotip genotip yang berbeda mempunyai perbedaan distribusi geografi. Genotipe 1a dan 1b paling banyak di Amerika, kira-kira 75% dari kasus. Genotip 2, 3 dan 4 hanya 30% dari kasus. Di Jepang dan Cina tipe 2 lebih sering dijumpai , tipe 3 sering dijumpai di Eropa dan Inggris,  tipe 4 banyak ditemui di Timur Tengah dan Afrika. Tipe 5 banyak di Afrika dan sedikit di Amerika Utara, jenis tipe 6 banyak ditemukan di Hongkong dan Macau. Genotipe 1a dan 1b merupakan jenis yang resisten terhadap pengobatan dan manifestasi penyakit umumnya berat. 

4. Virus Hepatitis D (HDV)

Virus RNA yang tidak sempurna (detektif) ini dikelilingi oleh envelope HBsAg. Virus ditransmisikan melalui kontak erat atau melalui produk darah dan menyebabkan penyakit setelah periode inkubasi yang singkat, baik sebagai koinfeksi dengan HBV atau sebagai superinfeksi pada pembawa HBV. Walaupun infeksi asimtomatik (tanpa gejala) dapat terjadi, Virus Hepatitis D (HDV) berhubungan dengan hepatitis berat dan progesi menjadi karsinoma yang dipercepat. NAAT (Nucleic Acid Amplification Technology) merupakan metode yang paling cepat dalam menegakkan diagnosa, tetapi deteksi antigen atau deteksi antibodi IgM dengan EIA juga dapat mengkonfirmasi diagnosis. Tindakan pencegahan terhadap HBV juga melindungi terhadap HDV.

5. Virus Hepatitis E (HEV)

Virus ini merupakan virus RNA kecil berantai tunggal yang tidak berenvelope, yang diklasifikasikan dalam genus yang berbeda yaitu hepatitis E (HEV). Virus ini ditransmisikan melalui rute fekal-oral dan wabah dapat terjadi setelah kontaminan suplai air. Wabah besar pernah terjadi di Asia. Diagnosis di tegakkan dengan medeteksi IgM spesifik atau dengan NAAT real-time. Infeksi dicegah dengan langkah-langkah higiene.

6. Virus Hepatitis G (HGV)

Virus hepatitis G (HGV) mirip dengan virus dari family flaviviridae. HGV sendiri tidak ada kaitannya dengan flavivirus lainnya termasuk HCV. HGV ditemukan dalam donor voluntir dengan frekuensi sampai mencapai 1,5%. Transmisi virus ini banyak melalui transfusi darah atau produk darah secara parenteral lainnya, misalnya pengobatan secara intravena, sama seperti virus hepatitis lainnya yang transmisnya secara parenteral akan berkembang menjadi kronis, sirosis, dan kanker hati.

Pencegahan Hepatitis

Salah satu pencegahan hepatitis adalah Vaksin tersedia untuk pencegahan hepatitis A dan B yang merupakan vaksin tunggal ataupun vaksin gabungan. Kekebalan terhadap Hepatitis A mencapai 99-100% sebulan setelah menerima vaksin yang ke-2 kalinya (vaksin yang kedua 6 bulan kemudian setelah yang pertama). Vaksin hepatitis A tidak boleh digunakan untuk yang berusia di bawah satu tahun. Vaksin Hepatitis B telah tersedia sejak tahun 1986 dan telah diterapkan sedikitnya pada 177 program nasional imunisasi untuk anak-anak. Kekebalan terjadi pada lebih 95% anak-anak dan dewasa muda yang menerima 3 dosis rekombinan vaksin, sebulan setelah vaksin yang ketiga (jadwal vaksinasi adalah 0, 1 bulan dan 6 bulan). Vaksinasi pada bayi yang berumur kurang dari 24 jam dapat mencegah penularan penyakit hepatitis B dari ibunya. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) merekomendasikan vaksinasi pada semua anak, terutama yang baru lahir di negara-negara dimana hepatitis B marak terjadi (seperti Indonesia, terutama di NTB dan NTT) untuk mencegah penularan secara vertikal dari ibu ke anak.

Berikut ini merupakan beberapa cara mencegah penularan hepatitis:

1. Mencuci Tangan

Biasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta saat pulang dari kegiatan diluar rumah atau beraktivitas. Mencuci tangan dapat membantu menghilangkan kotoran yang mengandung virus hepatitis A dan E serta menempel pada tangan.

2. Keberisihan Konsumsi Makanan dan Minuman

Anda perlu memperhatikan kebersihan makanan serta minuman yang dikonsumsi. Sebisa mungkin, hindari makanan mentah karena memiliki risiko lebih tinggi menyebarkan virus hepatitis.

3. Vaksinasi

Penularan virus Hepatitis A dan B dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi. Bila terdapat orang yang menderita hepatitis di rumah, maka sebaiknya Anda dan keluarga segera divaksin untuk mengurangi risiko tertular virus hepatitis.

4. Menggunakan Pelindung Tubuh

Apabila Anda ingin melakukan bersih-bersih atau membereskan sesuatu di rumah yang memiliki kemungkinan terkontaminasi cairan tubuh oleh penderita hepatitis, maka Anda disarankan menggunakan pelindung seperti sarung tangan dan masker. Benda-benda di rumah yang berpotensi terkontaminasi antara lain popok, sprei dan perlengkapan tidur, serta peralatan di kamar mandi.

5. Menghindari Berbagi Barang Pribadi kepada penderita hepatitis

Anda perlu membatasi penggunaan barang pribadi, baik milik Anda maupun milik penderita. Peralatan pribadi seperti sikat gigi, sisir, anting, pemotong, celana dalam, dan sebagainya berpotensi terkontaminasi oleh cairan tubuh penderita, sehingga Anda disarankan untuk tidak menggunakan peralatan tersebut bersama-sama.

Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan mengenai hepatitis sebagai berikut:

1. Hepatitis merupakan suatu proses terjadinya inflamasi atau nekrosis pada jaringan hati yang dapat disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, toksin, gangguan metabolik, maupun kelainan sistem antibodi. Infeksi yang disebabkan virus merupakan penyebab paling banyak dari Hepatitis akut.

2. Penyebab Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama lima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.

3. Salah satu pencegahan hepatitis adalah Vaksin tersedia untuk pencegahan hepatitis A dan B yang merupakan vaksin tunggal ataupun vaksin gabungan.

  • Bagikan

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *